Minggu, 17 Mei 2009

EMO

Emo merupakan jenis musik yang masih serumpun dengan punk. Emo sendiri banyak yang menyebutkan berasal dari kata emotion, emotional, atau emotive.

Emo identik dengan musik yang berlirik puitis, melankolis, berarti dalam, mengandung banyak kemarahan dan kesedihan tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri, ditinggal kekasih, hidup yang susah atau tentang keluarga yang broken home. Lirik-lirik tadi biasanya disuarakan dengan teriakan yang keras, yang menggambarkan kesedihan mereka.
Band-band emo banyak menggunakan suara-suara gitar yang kompleks dalam lagu mereka, namun tidak jarang yang hanya menggunakan gitar akustik saja. Dibanding musik punk, musik emo seringkali lebih soft dan lambat, atau musik emo mirip dengan musik pop-punk namun sedikit lebih rumit. Ciri khas dari aliran ini yaitu teriakan atau growl yang keras dari vokalisnya untuk lebih mendapatkan soul emosional dari lagu yang mereka bawakan.

Untuk ukuran lokal, yang banyak memainkan jenis musik emo ini adalah band-band indie, tapi ada beberapa band yang udah masuk major label yang musiknya kental dengan corak emo. Di Bandung, band atau grup musik yang mempunyai aliran dekat dengan emo contohnya adalah Bugskin Bugle, Alone At Last, juga Disconnected.

contoh style emo

http://photos.friendster.com/photos/08/55/39595580/1_480948554l.jpg


musik punk


contoh band punk di indonesia yang lagi IN neh si SID alias superman is dead n ini adalah single terbaru mereka yg mereka nyanyiin barengan si shagydog...so check this out guys...



JIKA KAMI BERSAMA
by : superman is dead feat shagydog

jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
jika kami berpesta hening akan terpecah
aku dia dan mereka memang gila memang beda
tak perlu berpura-pura memang begini adanya

dan kami disini...akan terus bernyanyi

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak anda akan tersentak
dan kami tak akan bosan di cecali rasa yang sama
kami adalah kamu muda,beda dan berbahaya

lepaskan semua belenggu yang melingkari hidupmu
berdiri tegak menentang disana di garis depan
aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang
untuk mereka yang selalu kena singkirkan
ketika tiada tempat lagi untuk berlari
ketika tiada orang yang akan peduli
aku dan dia selalu menunggu mu disini,atas skali lagi

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak anda akan tersentak
aku dia dan mereka memang gila memang beda
aku adalah kamu kita muda dan berbahaya


PUNK

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

PUNK adalah
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

ni di beberapa style anak " punk di Indonesia

Indonesia.jpg image by Patrick_Carter


1891 Castle Inn Of New Orleans



1891 Castle Inn of New Orleans. Rumah besar besar terjaga oleh gargoyles di Daerah Kebun. Infra merah digital potret oleh John Cachel

Losmen Kastil 1891 adalah rumah besar sepanjang 9.500 kaki persegi yang disepuh, menawarkan sembilan sederetan dan kamar, turun dari St Charles Avenue, rute trem termasyhur dan pawai Mardi Gras. Losmen Kastil 1891 menawarkan yang terbaik dari baik dunia -- memasukkan dengan rapi Daerah Kebun, salah satu lingkungan yang paling indah maupun eksklusif di dunia -- masih mencatat dari French Quarter. Di antara yang berbanyak-banyak sering menunjukkan hantu yang muncul dan bertingkah laku seperti di rumah sendiri di Kebun ini District B&B adalah seorang laki-laki yang dipekerjakan di rumah besar yang terbunuh dalam kebakaran dan seorang gadis yang mati tenggelam di dasar kolam perkebunan. Tamu dan pegawai melapor tentang pengalaman aneh: Benda yang berpindah sendiri, lampu dan peralatan listrik yang menyala dan mati dengan sendirinya , bunyi-bunyi yang aneh, suara langkah kaki, kran air yang menyala dan mati sendiri di dalam kamar mandi,dan penampakan seorang laki-laki yang duduk di pojok serambi depan pada malam hari..

Sabtu, 16 Mei 2009

rumah hantu lalaurie..

Some say they see Madame Delphine Lalauries Ghost on the Balcony at the middle window...     Do You?


awal mula cerita tentang rumah ini:

Dilahirkan dengan nama Delphine Macarty di Circa tahun 1775. anak dari pasangan Louis Macarty dan Venue Lecomte, yang merupakan anggota terkemuka atau bangsawan dari komunitas New Orleans. Konon kabarnya, ibu dan adik Delphine tewas terbunuh akibat pemberontakan para budak. Sedangkan sepupu Delphine, Auguste Macarty terpilih menjadi walikota di New Orleans pada tahun 1815, dimana secara tidak langsung bisa membuat Keluarga Delphine menjadi orang terkemuka di New Orleans. Tahun 1820 Auguste Macarty akhirnya turun jabatannya.

Delphine menikah pertama-tama dengan Don Ramone de Lopez Angulo pada tahun 1800, yang akhirnya meninggal taun 1804 di Havana Cuba. Ditahun 1808 dia menikah lagi dengan seorang bandar budak, Jean Blanque. Yang akhirnya mati juga pada tahun 1816. Kemudian dia akhirnya menikah dengan seorang dokter ahli jiwa bernama Dr. Louis Lalaurie pada tahun 1825. Yang dimana pasangan itu membeli sebuah rumah mewah di 1140 Royal St pada tahun 1831. dan pada saat itu Delphine memegang posisi pusat di kehidupan sosial New Orelans. Dengan kata lain, disegani.

TKPDelphine sering membuat pesta-pesta mewah dan meriah dengan para tamu undangan orang-orang yang terkemuka di kota itu. Padahal di tempat itu merupakan tempat yang mengerikan karena kelakuan bengis dan menakutkan dari Delphine Lalaurie, dengan cara menyiksa para pelayannya dengan keji dan mungkin bisa menjadi cerita nyata yang paling menakutkan di Perancis sampai hari ini.

Pada tahun 1833, tersebar berita heboh, beberapa tetangganya pernah melihat dengan sekilas, Delphine sedang menguliti seorang pelayan wanita di halaman belakang rumahnya yang luas itu! Dan berita itu cepat menyebar ke pelosok kota saat itu.

Delphine memperlakukan pelayan2nya dengan sangat kejam. Menurut satu cerita ada seorang pelayan wanita yang masih muda sedang mengikatkan rambut Delphine di kamar tidur atas. Tapi secara tidak sengaja pelayan itu mencabut rambut Delphine, tentu saja Delphine langsung marah besar!! Pelayan itu langsung lari dari Delphine, karena takut akan menjadi sasaran amukan dari amarah Delphine yang menjadi-jadi. Akhirnya pelayan itu memanjat tembok rumah itu tapi akhirnya jatuh dan mati. Lalu mayatnya dengan cepat dibawa langsung kedalam rumahnya, tapi sebelum diselidiki oleh para tetangga, tetangga2 itu menyangka bahwa sebelumnya mayat itu sudah dikubur dengan baik di pekarangan belakang rumah delphine.

and sekarang neh..rumah ini berhantu...

sekarang banyak orangyg kembali ke new orleans untuk mengunjungi rumah ini dan berharap dapat memotret penampakan arwah dirumah ini..

and,,,ini dia foto-fotonya...(no edit red)




Ghost photo by staff photographer Jules Richard IV Lalaurie House front door, photo from Francis Mayer.
Dark shadow people are ghost , Lalaurie mansion photo from Neil Jones. Lalaurie House Royal Street view ghost , sent to us by Greg Harmon.
Lalaurie House Delphines face in the window says Michelle Parker. Ghost on the corner during a Haunted Lalaurie House History tour sent to us by Becky Nicholson.

I can see Madame Delphine Lalauries ghost in the door. Photo sent to us by Byron Stanley. Orb? Photo from Manual Peres.
Daytime Lalaurie ghost photo from James Klinger. Ghost on Royal Street photo from Mark Lemoine.
I can see Delphine Lalauries ghost at the gate says Rhonda Pace. Is that Delphine in the window!? Photo from Glen Schmidt.



It was a late night haunted history ghost  walking tour Says Danny Klien, when I had it developed I saw ghosts!
Delphine Lalauries Ghost in the second window, Photo sent to us by Sherry Winters.
Daytime Orb and strange ghost ectoplasam says ghost hunter Forest Gaynor. Madame and Dr. Lalaurie on an upper balcony says Ian Davies.

A strange mist on a clear haunted walking ghost tour in the New Orleans French quarter reports Teddy Colbms. I can see the face of Delphine Lalauries ghost in the window says Michael Stephanopolos.
I felt strange as the  walking Ghost tour guide talked of the murders so I snapped this pic says Allan Thurman. Nighttime ghost are the best to see or photograph says ghost hunter Wendy Ingram. And Lalaurie ghost are the real thing.
It's not the mist that bothers me but the strange shadow on the balcony says Lucas Wendt. Lalaurie house Balcony ghosts, Photo by Leslie Frye.


Rumah Hantu Summerwind

Summerwind Mansion, sebelumnya dikenal sebagai Lamont Mansion, merupakan gudang di pantai Barat Teluk Vilas di Lake County, North East Wisconsin. Daerah itu merupakan salah satu daerah paling angker di Wisconsin. Kondisinya kini kumuh dan telantar. Hal ini karena pernah terjadi kebakaran hebat di daerah itu yang nyaris memusnahkan semua gedung di sana.

Summerwind pada awalnya dibangun pada awal abad ke-20 sebagai mes para nelayan. Pada 1916 telah dibeli oleh Robert P. Lamont, yang bekerja sebagai arsitek di perusahaan Tallmadge and Watson. Kemudian dia merenovasi gedung itu dan tinggal di sana. Namun sebelumnya ia sudah diperingatkan bahwa gedung itu angker.

Tapi dia tidak percaya sampai kemudian dia sendiri bertemu dengan ‘penunggu’ rumah itu. Kejadian itu terjadi era 1930, Lamont melihat penampakan hantu di dapur rumahnya, membuat dia terbirit birit meninggalkan rumahnya itu.
Setelah kepergian Lamont, rumah itu dibiarkan kosong dan terbengkalai.

Tahun 1970-an, pasangan suami istri, Arnold dan Ginger Hinshaw membeli rumah itu dan tinggal bersama empat anaknya. Sejak mulau tinggal, keluarga ini kerap diganggu berbagai hal aneh.

Hinshaws melaporkan sejumlah kejadian aneh, mulai dari bayangan yang bergerak dari bawah ke atas dengan suara pelan dan berhenti ketika mereka masuk ke kamar, atau jendela yang tiba-tiba terbuka sendiri. Mereka melaporkan beberapa kali melihat hantu wanita di sekitar ruang makan.

Mungkin karena stress, dalam waktu enam bulan setelah pindah ke Summerwind, Arnold jatuh sakit dan Ginger , istrinya, mencoba bunuh diri. Akhirnya Arnold masuk rumah sakit, sedang Ginger pindah dengan orang tuanya di Granton, Wisconsin.

Pada bulan Juni 1988, Summerwind beberapa kali terkena petir yang memicu munculnya api dan membakar rumah. Sehingga banyak bagian gedung itu rusak parah. Yang anehnya, petir menyambar berkali-kali, padahal di sekitarnya banyak pohon tinggi melebihi gedung itu tapi sama sekali tidak ikut tersambar.
Saat ini gedung itu tak berbentuk lagi hanya menyisakan fondasi rumah yang tak terawatt.**


Dua foto yang diambil di Summerwind lubang peluru yang ditembakkan ke dalam pintu ruang bawah tanah oleh Robert Lamont! Legenda mengatakan bahwa dia menembak hantu pada saat itu!

summerwind.gif (49013 bytes)

puing summerwind

Rumah Hantu AmityVille

Anda pernah nonton film horror Amityville House? Tahukah Film yang diangkat dari novel horror karangan George dan Kathy Lutz, begitu menyeramkan ketika ditayangkan di layar lebar. Tapi tahukah anda kalau sebenarnya semua kejadian horror itu adalah kisah nyata. George dan Kathy menulisnya dalam novel berdasarkan kejadian sebenarnya yang kemudian diangkat ke layar lebar. Orang percaya bahwa penulis sebenarnya adalah orang yang mengalami kejadian tersebut.

Kisah rumah berhantu itu terungkap tahun 1975 ketika pasangan suami istri pindah ke sebuah rumah di Amityville, New York. Pasangan baru pindah ini tidak tahu kalau rumah itu pada 13 tahun sebelumnya pernah terjadi pembantaian mengerikan. Putra pemilik rumah telah menembak mati semua keluarganya yang berjumlah enam orang. Saat ditangkap, dia mengaku, membunuh karena suruhan suara yang mendengung di kepalanya.

Tapi anehnya, keenam korban di temukan tertelungkup di tempat tidur mereka. Mereka tampak tidur tenang, tidak ada tanda kalau mereka sebelumnya minum obat penenang. Ini memang menjadi misteri yang aneh. Sementara pelaku Ronald DeFeo dijebloskan ke penjara di New York dan mendekam di sana sampai mati.


Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.

Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan sebagai berikut:

* George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.

* Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.

* Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.

* Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.

* Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.

* Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.

* Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama “Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.

* George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras didepan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.

* George mendengar apa yang diuraikan sebagai “Marching band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.

* George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.

* Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.

* Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.

* Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.

* Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.

* Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.

* Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.

* George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.

* George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, “dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong”.

George dan Kathy Lutz dikelilingi dengan berbagai media yang mengulas kasus mereka

Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti: “Will you stop!”.

Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”.

Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang dibelakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal didalam rumah itu.

reggae



“Emancipate yourselves from mental slavery. None but ourselves can free our minds
Have no fear for atomic energy, ‘Cause none of them can stop the time
How long shall they kill our prophets, While we stand aside and look
Some say it’s just a part of it We’ve got to fulfil de book
Won’t you help to sing, These songs of freedom” ( Bob Marley )

Bob Marley, musisi asal Kingston Jamaica yang dianggap seperti nabi oleh pecinta musik reggae. Bob Marleylah yang mempopulerkan genre reggae di jagat industri musik dunia. Lirik lagu yang diciptakannya, memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berjuang dan bicara tentang perdamaian.Seperti penggalan lirik lagu Redemption Song diatas.

Reggae suatu genre musik yang berkembang di Jamaika. Reggae sendiri merupakan campuran dari aliran ska dan rocksteady. Musik reggae kombinasi musik tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta lagu rakyat Jamaika. Reggae diketahui orang banyak sebagai musik rakyat Jamaika. Namun sebenarnya, berasal dari New Orleans, kota R&B (Rhythm and Blues). Musik ska, yang mempunyai pengaruh kuat pada reggae, juga berasal dari New Orleans. Musik-musik ini diperdengar dari siaran radio Amerika. Iringan gitar pas-pasan dan putus-putus merupakan interprestasi para musisi akan R&B yang populer di tahun 60an.

Raggae tak harus Rasta dan hisap ganja

Bagi sebagian orang musik reggae diidentikan dengan ganja dan rasta. Padahal, rasta dan reggae tidak memiliki ikatan apapun. Reggae adalah genre musik, sedang rasta atau rastafar’i suatu faham yang berkembang di Afrika dan dijadikan sebagai gerakan politik untuk membebaskan diri dari sistem perbudakan di tahun 30-an. Memang, mayoritas penganut faham Rastafarianisme berambut gimbal dan menggunakan ganja sebagai media bermeditasi untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang diyakininya ( King Haile Selassie ). Tetapi, tidak berarti bahwa semua yang berambut gimbal adalah pengikut Rastafarian dan menghisap ganja. Contohnya musisi Tonny Q. Salah satu dedengkot reggae di Indonesia ini mengaku, dirinya bukan seorang Rastafarian dan tidak menghisap ganja. Stigma seperti inilah yang membuat sebagian orang berpandangan negatif terhadap pecinta musik reggae.

Perjalanan Reggae di Indonesia

Reggae timbul tenggelam di dunia musik Indonesia, namun tidak pernah hilang. Reggae kembali hidup ketika Steven & Coconut Treez mengeluarkan single Welcome To My Paradise di tahun 2007. Berkat grup inilah reggae kembali berkumandang di radio. Banyak grup reggae yang masih berkibar di belantika musik Indonesia, seperti Tony Q – Rastafara, Black & Company, Soul Jah, Shagy Dog, dan The Babylonians.

Musik reggae mulai populer di Indonesia tahun 1980, dengan munculnya band Reggae Abreso pada acara Reggae Night di Taman Impian Jaya Ancol. Tahun 1986 band yang personilnya pemuda asal Papua ini, performing di Christmas Island selama tiga bulan yang diprakarsai oleh Yorries Raweyai. Pada tahun 1984 Abreso masuk rekaman lagu-lagu reggae.

Masih di era tahun 1980-an, ada lagu “Dansa Reggae” yang dinyanyikan oleh Nola Tilaar dengan iringan musik oleh Willie Teuguh. Lagu ciptaan Melky Goeslaw itu adalah salah satu lagu reggae yang mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang kultural ramai-ramai menikmati reggae. Dengar liriknya, “Orang Jawa bilang, ‘monggo dansa reggae’!”

Musik reggae memberikan pesan cinta dan kedamaian, sehingga ketika mendengarkan lagu-lagunya, serasa memberikan relaksasi. Dan yang terpenting, bahwa musik reggae selalu menghembuskan udara perdamaian dalam tiap-tiap liriknya.



no woman no cry

no woman no cry


No, woman, no cry;
No, woman, no cry;
No, woman, no cry;
No, woman, no cry.

’Cause - ’cause - ’cause I remember when a we used to sit
In a government yard in Trenchtown,
Oba - obaserving the ’ypocrites - yeah! -
Mingle with the good people we meet, yeah!
Good friends we have, oh, good friends we have lost
Along the way, yeah!
In this great future, you can’t forget your past;
So dry your tears, I seh. Yeah!

No, woman, no cry;
No, woman, no cry. Eh, yeah!
A little darlin’, don’t shed no tears:
No, woman, no cry. Eh!

Said - said - said I remember when we used to sit
In the government yard in Trenchtown, yeah!
And then Georgie would make the fire lights,
I seh, logwood burnin’ through the nights, yeah!
Then we would cook cornmeal porridge, say,
Of which I’ll share with you, yeah!
My feet is my only carriage
And so I’ve got to push on through.
Oh, while I’m gone,
Everything’s gonna be all right!
Everything’s gonna be all right!
Everything’s gonna be all right, yeah!
Everything’s gonna be all right!
Everything’s gonna be all right-a!
Everything’s gonna be all right!
Everything’s gonna be all right, yeah!
Everything’s gonna be all right!

So no, woman, no cry;
No, woman, no cry.
I seh, O little - O little darlin’, don’t shed no tears;
No, woman, no cry, eh.

No, woman - no, woman - no, woman, no cry;
No, woman, no cry.
One more time I got to say:
O little - little darlin’, please don’t shed no tears;
No, woman, no cry.

download this song

BOB MARLEY

Reggae jadi mendunia gara-gara satu orang yang bernama Bob Marley. Duta besar regage, gitu banyak orang ngasih label buat Bob Marley, cowok yang lahir pada 6 Februari 1945 di St. Ann's Parish dan besar di lingkungan miskin di Trenchtown, Jamaika. Dari tangan cowok blasteran ini lahirlah hits klasik seperti No Woman No Cry, I Shot the Sheriff, dan Waiting in Vain.

biografi singkat Bob Marley


Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

Template by:
Free Blog Templates